Halaman

Sabtu, 14 Desember 2024

Internal BGP (iBGP)

 Internal BGP (iBGP) adalah varian BGP yang digunakan untuk bertukar informasi routing di dalam satu Autonomous System (AS). iBGP memungkinkan router-router di dalam AS untuk berbagi informasi rute yang diterima dari eBGP atau router iBGP lainnya, tanpa mempelajari ulang informasi tersebut melalui protokol routing internal lainnya seperti OSPF atau EIGRP.



---


Karakteristik iBGP:


1. Operasi Dalam AS:

iBGP hanya digunakan untuk komunikasi antar router dalam AS yang sama. Tujuan utamanya adalah untuk menyebarkan rute yang dipelajari dari router eBGP atau router internal lainnya.



2. Full-Mesh Topology:

iBGP membutuhkan semua router dalam AS untuk memiliki hubungan langsung (peer-to-peer). Tanpa mekanisme tambahan, semua router harus saling terhubung melalui sesi iBGP.



3. AS Path Tidak Diubah:

Dalam iBGP, atribut AS Path tidak diubah. Hal ini memastikan bahwa rute tetap valid di dalam AS.



4. Next Hop Tidak Diubah Secara Default:

iBGP mempertahankan atribut Next Hop dari rute yang diterima. Router harus memiliki rute menuju Next Hop agar rute tersebut dapat digunakan.



5. Tidak Mendukung Redistribution Langsung:

Router iBGP tidak akan menyebarkan rute yang diterima dari satu router iBGP ke router iBGP lainnya untuk menghindari looping. Solusinya adalah dengan menggunakan route reflector atau confederation.





---


Kebutuhan iBGP:


Route Reflector (RR):

Digunakan untuk mengurangi kompleksitas full-mesh iBGP. RR memungkinkan satu router bertindak sebagai "pemantul" rute ke router lain tanpa hubungan langsung.


Confederation:

Membagi satu AS besar menjadi beberapa sub-AS untuk menyederhanakan konfigurasi.




---


Konfigurasi Dasar iBGP:


Langkah-Langkah:


1. Aktifkan BGP di Router:

Konfigurasi dimulai dengan mendefinisikan nomor AS pada router.


router bgp [local-AS]



2. Tetapkan Tetangga iBGP:

Tetapkan alamat IP router tetangga di dalam AS yang sama.


neighbor [ip-address] remote-as [local-AS]



3. Iklankan Jaringan Lokal:

Daftarkan jaringan lokal yang ingin diiklankan ke tetangga.


network [network-address] mask [subnet-mask]





---


Contoh Konfigurasi iBGP:


Misalkan AS 65001 memiliki tiga router (R1, R2, R3) yang ingin dikonfigurasi untuk iBGP.


Topologi:


R1: 192.168.1.1


R2: 192.168.1.2


R3: 192.168.1.3



Konfigurasi:


Router R1:


router bgp 65001

 neighbor 192.168.1.2 remote-as 65001

 neighbor 192.168.1.3 remote-as 65001

 network 10.1.1.0 mask 255.255.255.0


Router R2:


router bgp 65001

 neighbor 192.168.1.1 remote-as 65001

 neighbor 192.168.1.3 remote-as 65001

 network 20.1.1.0 mask 255.255.255.0


Router R3:


router bgp 65001

 neighbor 192.168.1.1 remote-as 65001

 neighbor 192.168.1.2 remote-as 65001

 network 30.1.1.0 mask 255.255.255.0



---


Perbandingan iBGP vs eBGP:



---


Kelebihan iBGP:


Efisiensi: Menyebarkan informasi routing dari eBGP tanpa menggunakan protokol routing internal.


Kontrol Routing: Memberikan fleksibilitas dalam menentukan kebijakan routing.



Kekurangan iBGP:


Full-Mesh Complexity: Membutuhkan hubungan peer langsung antara semua router, yang sulit dikelola dalam jaringan besar.


Tidak Mendukung Loop Prevention: Harus dikombinasikan dengan RR atau confederation untuk mencegah looping.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar